Senin, 19 Maret 2012

Pembahasan UU ITE Pasal 33 dan 49

 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terdiri dari 13 Bab dan 54 pasal yang membahas secara detail bagaimana aturan hidup di dunia maya dan transaksi yang terjadi didalamnya. Namun kali ini saya hanya akan membahas 1 dari 54 pasal tersebut, yaitu pasal 33. Pembahasan ini saya mulai untuk memenuhi tugas soft skill kedua saya. Mengapa saya ambil pasal 33? Karena saya fikir ini lebih menarik dibanding pasal yang lain. Sebenarnya ada juga pasal lain yang cukup menarik untuk dibahas seperti pasal 27 ayat 3 yang menjerat Prita Mulyasari, yang berbunyi: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”. Itu dia sebenarnya yang ingin saya bahas tapi karena takut sama dan banyak rekan-rekan lain yang membahasnya, jadi saya lebih memilih pasal 33.

Baiklah kita mulai, pasal 33 ini berbunyi: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya”. Pada kalimat awal sudah jelas bahwa setiap orang yang menunjukkan bahwa semua orang tanpa terkecuali dilarang melakukan pelanggaran melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya sistem elektronik atau mengakibatkan tidak bekerja sebagaimana mestinya akan mendapat sangsi sesuai dengan pasal tersebut. Pelanggaran yang dimaksud dalam pasal tersebut bisa berupa virus dan worm komputer. Sebagaimana telah kita ketahui bersama virus, worm dan jenis malware lainnya dapat mengganggu sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya, jelas ini termasuk sebuah pelanggaran yang tertera pada pasal 33. Pembuatan malware oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sangat meresahkan orang banyak, namun menurut saya pasal ini terlalu simple baik dari perkembangan dan penyebarannya. Atau mungkin pasal 33 ini bersifat fleksibel dan sensitif sehingga dapat dikembangkan lagi untuk mencakup semua masalah yang berhubungan dengan terganggunya sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Ada pelanggaran tentu ada pula hukuman/sangsi yang diberikan. Pelanggaran yang terjadi pada pasal 33 berkaitan dengan pasal 49 yang berisi dengan hukuman yang diberikan atas pelanggaran yang dilakukan. Pasal 49 berbunyi: “Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)”. Jelas tertera 10 tahun dan dan/atau denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 untuk para pelanggar yang melanggar pasal 33. Waah sangat berat memang, namun sangsi tersebut dapat juga berubah sesuai dengan tuntutan dan beratnya kasus yang mendera pelaku. Semoga saja dengan adanya UU ITE ini bisa meminimalisir kejahatan yang ada di dunia maya dan yang menyangkut informasi serta transaksi elektronik.

2 komentar:

  1. terimakasih atas informasinya,,
    dari sini saya mengetahui pasal apa yang akan dijerat oleh pelanggar didunia maya..

    mungkin maksut pasal 33 itu seperti orang yang menghack sistem elektronik yang membuat sistem elektronik itu tidak berjalan semestinya ya, dengan membuat virus dan menyebar luaskan virus tersebut..

    hmm.. wancana yang sangat bermanfaat bagi para bloger lainnya.. terimakasih :)

    BalasHapus
  2. iya sama-sama kawan, terima kasih juga atas kunjungannya ke blog saya :)

    BalasHapus