Senin, 25 Oktober 2010

Merencanakan Penulisan Karangan Ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sangat penting Peranan Bahasa Indonesia di dalam dunia Pendidikan dan dunia sehari-hari kita. Mengingat hal yang terjadi pada zaman sekarang banyak bagi mereka yang seolah-olah ingin melupakan bahasa Indonesia bahasa persatuan ataupun gengsi dan lain sebagainya, karena kebanyakan bagi mereka lebih memilih bahasa internasional yang sedang marak saat ini yaitu Bahasa Inggris. Dan banyak pula dari mereka bagi mahasiswa yang belum mengetahui bagaimana cara membuat makalah atau karangan ilmiah yang sebenarnya.

Sehingga dari latar belakang tersebut kami sebagai penulis untuk mendeskripsikan secara detail. Tentang bagaimana cara merencanakan penulisan karangan ilmiah yang diajarkan kepada mahasiswa. Mengingat salah satu kendala yang dihadapi oleh mahasiswa pembuatan karangan ilmiah sebagai salah satu syarat penyelesaian dalam tingkat perguruan tinggi.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, dapatlah ditarik beberapa rumusan masalah yang menjadi fokus penulis dalam menganalisa yaitu sebagai berikut :

1. Bagaimana merencanakan penulisan karangan ilmiah

2. Bagaimana cara merumuskan tujuan penulisan karangan ilmiah

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan dan penyusunan makalah ini yaitu sebagai bahan dan referensi dan untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui dan merencanakan penulisan karangan ilmiah.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan ini adalah bisa mengetahui bagaimana cara untuk bisa merencanakan dan membuat makalah dengan baik dan benar.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN JUDUL

A. Pengertian Bahasa

Sebelum membicarakan materi pokok Bahasa Indonesia. Perlu kita mengenal beberapa istilah yang biasa dipergunakan untuk Bahasa Indonesia, yaitu:

a. Bahasa Resmi

Bahasa resmi adalah bahasa yang telah disahkan dengan undang-undang atau peraturan pemerintah (resmi = rasmi, kamus umum bahasa Indonesia - Poewadarminta). Bahasa resmi ialah bahasa yang telah disahkan dan dipakai dalam administrasi pemerintahan dalam rapat-rapat disekolah-sekolah, dalam pertemuan-pertemuan resmi dan lain-lain.

b. Bahasa Negara

Bahasa Negara adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesia yang terdiri dari 13.677 Pulauu (berpnghuni. 6.004 Pulaui) dan terdiri dari ratusan bangsa.

c. Bahasa Persatuan

Bahasa kesatuan adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesia yang terdiri dari 13.677 pulau (berpenghuni 6.004 Pulau) dan terdiri dari ratusan bangsa

d. Bahasa Kesatuan

Bahasa kesatuan adalah bahasa yang telah menjadi satu. Oleh karena itu negara itu negara kita adalah negara kesatuan, maka dengan sendirinya kita menginginkan bahasa Indonesia juga hendaknya menjadi bahasa kesatuan.

e. Bahasa Nasional

Bahasa Nasional adalah bahasa yang dipergunakan sebagai wahana untuk menyatakan aspirasi kenasioanalan. Perkataan nasional dari kata "nation" artinya bangsa, kemudian melahirkan nasionalisme, nasionalist, yang mengandung makna "Perjuangan".

B. Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

Untuk menghasilkan sebuah karangan ilmiah yang baik, seorang penulis harus merencanakannya. Dengan matang. Beberapa langkah yang harus dilalui meliputi:

1. Memilih topik.

2. Merumuskan tujuan penulisan.

3. Mengumpulkan bahan.

4. Menyusun kerangka.

Dengan langkah yang sistematis itu, hasil tulisan dari seorang penulis diharapkan tidak memiliki cacat.

1. Memilih Topik

Memilih topik berarti memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan. Topik itu dapat diperoleh dari berbagai sumber yakni : pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Topik-topik karangan ilmiah banyak yang bersumber pada pengamatan, pengalaman dan penalaran.

Istilah topik sering dikacaukan dengan tema. Topik adalah medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Tema adalah pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Tema sifatnya masih hipotesis yang masih hipotesis yang masih memerlukan pembinaan atau penolakan dengan cara penelitian.

Dalam memilih topik karangan ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

a.Topik yang akan dipilih hendaknya menarik untuk dikaji. Sebuah topik akan menarik apabila:

1) Merupakan masalah yang menyangkut persoalan bersama.

2) Merupakan jalan keluar dari suatu persoalan yang tengah dihadapi.

3) Mengandung konflik pendapat.

4) Masalah yang dikaji hendaknya dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan.

b.Topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit.

c. Topik yang dipilih sesuai dengan minat dan kemampuan penulis.

d. Topik yang dikaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau yang berkaitan dengan profesi.

2. Merumuskan Tujuan Penulisan

Rumusan tujuan Penulisan adalah suatu gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan mengarahkan penulis dalam penulisan selanjutnya dengan menentukan tujuan penulisan. Bahan-bahan apa yang diperlukan Organisasi karangan yang akan diterapkan dan sudut pandang penulis yang dipilih.

Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara. Jika tulisan yang di kembangkan merupakan tema dari seluruh tulisan. Tujuan penulisan dapat di rumuskan dalam bentuk tesis. Jika tulisan yang dikembangkan bukan merupakan dari seluruh tulisan, maka tujuan penulisan dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan maksud keduanya akan membimbing penulis dalam mengarahkan tulisannya.

Tesis adalah sebuah kalimat yang merupakan kunci untuk seluruh tulisan. Sebuah tesis itu senada dengan kalimat topik dalam suatu paragraph tesis umumnya berbentuk suatu kalimat, baik kalimat tunggal atau kalimat majemuk bertingkat. Sebuah tesis tidak berbentuk kalimat majemuk setera, karena dalam kalimat majemuk secara berisi dua gagasan sentral. Fungsi tesis dalam sebuah karangan sama dengan fungsi topik untuk paragraph pertama dalam karangan ilmiah.

Sebuah tesis hendaknya memiliki sifat terbatas. Mengandung kesatuan dan ketepatan. Rumusan tesis yang terlalu umum berimplikasi terhadap sebuah uraian yang berisi tentang sesuatu tempat memberikan petunjuk tentang apa yang akan dibahas. Dan bagaimana membahasnya.

3. Mengumpulkan Bahan

Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber sebaiknya dicatat dalam kartu-kartu informasi. Pengetahuan ini perlu dilakukan terutama dalam penulisan karya ilmiah yang cukup besar. Seperti : Skripsi, tesis, disertasi atau buku. Pengetahuan ini bertujuan untuk memudahkan penulis dalam melacak sumber informasiya.

Informasi yang diperoleh dari bacaan dapat di tuliskan dalam berbarapa bentuk, yaitu :

1. Kutipan, jika kita menyalin kata-kata dari buku tepat seperti aslinya.

2. Prafase, jika kita mengungkapkan kembali maksud penulis dengan kata-kata sendiri

3. Rangkuman atau ringkasan. Jika kita menyaring yang kita baca.

4. Evaluasi atau ulasan, jika kita mengemukakan reaksi terhadap gagasan yang dikemukakan penulis.



BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah adalah merencanakan dengan matang suatu topik yang benar-benar dipilih oleh penulis.

Topik karangan ilmiah banyak bersumber dari hasil pengamatan. Pengalaman dan penjelasan. Untuk mengambil topik harus yang menarik untuk dibahas, tidak terlalu luas dan terlalu sempit sesuai dengan minat dan kemampuan penulis.

B. SARAN

Dalam berkomunikasi sehari-hari kita sebagai tunas-tunas bangsa dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sesuai dengan EYD yang berlaku.



DAFTAR PUSTAKA

Ø Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STAIN Pamekasan, Edisi Kedua, 2003

Ø Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang di sempurnakan (Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia 1993.

Ø Drs. H. Aziz Djaja

Ø Sumber: http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/08/merencanakan-penulisan-karya-ilmiah.html

0 komentar:

Poskan Komentar