Photobucket

#1

Virgiawan Listanto yang akrab disapa Iwan Fals adalah figur yang mempengaruhi jalan hidup saya selama ini. Sejak Taman Kanak-Kanak saya sudah sering didengarkan lagu-lagunya, secara tidak langsung saya sudah ter-influence beliau sejak kecil.

Photobucket

#2 title

Di samping saya adalah Andre Picessa. Bagi saya dia adalah seorang pemain Timnas Futsal yang sangat berkarakter. Bekerja sama dengannya dalam pembuatan iklan rokok dan dapat bermain 1 tim dengannya adalah suatu kebanggaan tersendiri buat saya.

Photobucket

#3

Ini adalah pencapaian terbesar saya selama ini. Mendapatkan Juara 2 dalam Turnamen Futsal Nasional KIT FUTSALISMO 2011 yang disiarkan langsung di Tv One pada tanggal 23 Desember 2011 pukul 15.00 WIB.

Photobucket

#4

Mereka adalah inspirasi saya selama ini. Gambar itu adalah foto dimana Iwan Fals sedang berpose bersama para Pemuda IREMTA (Ikatan Remaja Tanah Baru ). Gambar itu diambil sekitar pertengahan tahun 90-an ketika Pemuda IREMTA bermain sepakbola bersama Iwan Fals.

Photobucket

#5

Ini adalah tim terbaik saya, bukan hanya prestasi yang diutamakan melainkan kebersamaan dan kekeluargaan. Kami disatukan atas dasar perbedaan yang membuat kami semakin bijaksana ketika bermain untuk tim ini.

Sabtu, 26 Maret 2016

Dua Puluh Enam




18 maret tahun ini genap sudah gue menginjak usia 26 tahun. Bukan usia yang remaja lagi melainkan usia yang bisa dibilang sudah ‘agak’ hampir matang. Tapi di usia saat ini gue belum mampu memuaskan diri sendiri karena beberapa target yang sudah dicanangkan kandas begitu saja karena beberapa hal. Gue pribadi sebetulnya suka banget dengan angka Dua Puluh Enam ini karena beberapa alasan diantaranya adalah karena itu nomor punggung dari Kapten Chelsea FC yaitu John Terry. Buat gue dia bukan hanya pemain dan kapten tim melainkan seorang Legenda.

Hmmmm... gak ada yang spesial tapi alhamdulillah masih banyak yang inget dan ngucapin di hari kelahiran gue. Diantaranya keluarga, rekan kerja, temen ngerumpi dan temen-temen dari lingkungan sepakbola khususnya keluarga besar Avatar Indonesia yang memang sudah gue anggap sebagai keluarga kedua. Biasanya keluarga dari Avatar Indonesia kasih kejutan bawain kue dan lilin malem-malem ke rumah tapi kali ini gak, mungkin karena memang mereka tau kalau gue sedang ada dinas di Ngalam kotanya Ongis Nade.

Kalau ditanya apa harapannya di usia saat ini mungkin agak sedikit bingung jawabnya. Sudah terlalu banyak pengharapan yang kandas sebelumnya, jadi gak mau banyak harapan. Bersyukur aj sebanyak-banyaknya deh yaaa hehehe. Tapi setidaknya harus ada target dan harapan biar semangat ngejalaninnya, nah tapi apa yaaa. Hmmmmm.....

Ooooh iyaaa ini ajaaa, punya target untuk Akad. Eeh tapi diperjelas duluuu nih yaaa. Maksudnya adalah Akad Kredit Rumah KPR setelah itu baru deh Akad Nikah, biar nanti setelah nikah udah punya hunian pribadi jadi gak bingung kalau mau singgah dan tinggal. Okee laah dirasa cukup pengharapannya, tapi prioritas adalah Akad Kredit Rumah untuk tahun ini dan untuk Akad Nikahnya nanti deh yaaa, coming soon kaya di bioskop-bioskop hehehe. Yang pasti mohon doanya aj yaaa yg terbaik. Amiiin  :))

Rabu, 23 Desember 2015

RITUAL

Agak ngeri juga kalau dilihat judulnya, tapi sebenernya gak gitu sih karena ritual ini lebih ke arah kebiasaan yang gue perbuat selama ini dan khususnya kebiasaan ketika gue pergi ke luar kota. Mungkin agak sedikit berbeda dengan temen-temen yang lain mengenai ritual dateng ke stadion, karena kebanyakan dari temen-temen adalah makan makanan khas atau dateng ke tempat wisata di kota itu, tapi gue agak sedikit beda dong biar gak terlalu mainstream. Kebiasaan atau ritual yang wajib gue lakuin ketika ke luar kota entah itu dinas, main ataupun jalan-jalan adalah mengunjungi stadion ternama di daerah setempat. Dimana gue dateng melihat stadion dan merasakan atmosfir stadion tersebut dengan membayangkan kalau gue lagi main di stadion itu dan ditonton ribuan pasang mata. Hehehe agak berlebihan memang karena gue pengen banget main di stadion seluruh Indonesia tapi kayanya gak mungkin wong wis gagal jadi atlit huhuuu.

Oyaa gue harus berfoto di stadion itu dan diabadikan biar ada bukti sejarahnya aj terus upload deh di jejaring sosial biar kekinian kaya orang-orang :p . Kali ini gue lagi ada di Denpasar Bali kurang lebih selama 4 hari dan gue coba manfaatkan untuk berkunjung ke Stadion I Wayan Dipta di Gianyar. Ini adalah stadion kandang Bali United yang beberapa tahun terakhir ditukangi oleh Indra Sjafri dan belum lama ini baru saja digunakan untuk turnamen Piala Jenderal Sudirman.

Perjuangan banget ke tempat ini karena gak ada kendaraan dan gak tau jalan sama sekali di Bali. Tapi gak kehabisan akal hingga akhirnya gue nyewa motor di rental dan menggunakan Google Maps untuk mencapai Stadion I Wayan Gipta di Gianyar.  Kata Google Maps sih 1 jam perjalanan eh ternyata 2 jam dong gue sampe sana dan harus melewati kampung yang dikelilingi sawah dan peternakan sapi. Udah gitu ujan deres sampe gue dipaksa berhenti 5 kali secara gue cuma pake kaos oblong kesayangan yang bertuliskan “Bali Tolak Reklamasi”, celana pendek dan helm yang udah ancur banget yaa maklum lah punya rental.

Sesampainya disana alhamdulillah ujannya udah reda dan agak sedikit kaget juga karena stadionnya agak masuk ke dalam desa, beda dengan beberapa stadion yang pernah gue kunjungi di kota-kota lain. Gak banyak gaya gue langsung turun dari motor dan cari sudut mana yang cocok buat diambil foto. Yappp gue cari sudut yang ada gambar dan tulisan yang cukup jelas kalau itu adalah Stadion I Wayan Gipta. Dibantu sama rekan gue yaitu mas abuasir untuk ngambil foto akhirnya kesampean juga ritual gue untuk dateng dan foto di stadion ini.

Insya Allah ritual ini akan terus berlanjut dan gue masih punya beberapa target pribadi untuk dateng ke kota dan foto di stadion ternama di kota itu.


Denpasar, 23.00 WITA

Senin, 07 Desember 2015

Selamat Ulang Tahun Tandem Terbaik

Minggu, 6 Desember 2015 adalah tanggal lahir dari rekan sekaligus tandem terbaik saya dalam karir futsal dan sepakbola. Dedi Maulana anak kedua dari 4 bersaudara hari ini tepat berulang tahun ke 28. Sudah cukup lama kami bermain bersama sejak dalam tim GOSTAR bentukan panitia kelurahan pada tahun 2007. Mempunyai karakter yang berbeda namun mampu menghadirkan keistimewaan dan kesan apik ketika diduetkan dalam satu lapangan. Kompak dan mengerti karakter satu sama lain itulah yang selalu dihadirkan, hingga mampu membawa kami memperkuat tim perusahaan besar seperti Pertamina. Piala demi piala dan thropy juga medali kami berikan untuk tim Perusahaan BUMN tersebut hingga puncaknya kami berlaga di kasta tertinggi Liga Futsal Indonesia tahun 2013. Liga Profesional pertama kami setelah bertahun-tahun malang melintang di beberapa klub amatir di Kota Depok, Jakarta dan Bogor.

Akhirnya kami juga disatukan di Perusahaan BUMN tersebut sebagai pekerja dan juga pemain futsal. Bekerja sambil menjalani hobi sebagai pemain futsal merupakan suatu hal yang sangat menyenangkan. Sekali mendayung dua tiga pulau terlewati, dobel brooo, adem kaya ubin mushola hehehehe.

Namun di pertengahan tahun 2014 saya mengundurkan diri dari tim dan perusahaan tersebut lalu hijrah ke perusahaan lain. Tentu ada konsekuensinya memang, yaitu saya tidak bisa bebas bermain futsal seperti dulu dan hanya fokus bekerja saja. Keputusan tersebut sudah saya yakini dengan matang dan semua demi masa depan yang lebih baik, amiin insya Allah.


Selamat ulang tahun tandem terbaik, semoga cepat nikah dan punya momongan. Hari ini kita bertanding sebagai rival beda seperti dulu.

Jumat, 31 Oktober 2014

DEBUT



Persis setahun yang lalu debut saya di Liga Futsal Indonesia dimulai. Mengenakan jersey berwarna  putih dengan nomor punggung andalan yaitu “4” dan bernamakan “HERRY” dibelakang jersey. Di bagian depan jelas logo klub yang dibela Pertamina Energi dengan beberapa tulisan dan emblem sponsor yang menyertai jersey Liga Profesional pertama saya.
Haru bercampur bangga bisa merumput di kasta tertinggi Liga Futsal Indonesia setelah beberapa tahun terakhir menjalani masa-masa transisi dari liga-liga antar kampung, kampus dan liga amatir. 

Pada Seri I pertandingan pertama di Yogyakarta kami langsung bertemu Elektrik PLN yang sebagian besar skuad nya dihuni oleh pemain Timnas Futsal Indonesia. Jujur tidak ada gentar sedikitpun saat melawan mereka, karena sebelumnya sudah sering berjumpa dengan mereka pada event turnamen yang berbeda. Namun cerita lainnya adalah gugup karena baru pertama kali menginjakkan kaki di Liga Futsal Indonesia dengan animo yang cukup luar biasa. Perasaan grogi dan takut melakukan kesalahan selalu menghampiri fikiran saya ketika debut.

Tampil dimenit akhir babak pertama sebagai pemain pengganti membuat saya lebih jeli membaca permainan lawan dimenit awal. Pada saat itu yang saya fikirkan adalah bagaimana cara membendung serangan lawan yang dimotori oleh Ardy Dwi Suwardi. Saya akui dia mempunyai kecepatan dan power yang sangat amat bagus, jadi saya memfokuskan diri untuk menjaga pergerakan dia.

Alhamdulilah pergerakannya bisa saya matikan dengan tidak mencetak gol ketika saya kawal didalam lapangan. Debut yang cukup bagus walaupun akhirnya kami kalah dengan skor tipis 2-3 diakhir pertandingan, padahal diawal kami sempat memimpin dengan skor 2-0.


Sabtu, 28 Juni 2014

Avatar Indonesia

Sudah lama gak nulis di blog ini, harap maklum deh y hehee. Mau share atau berbagi tentang klub futsal dan sepakbola yang bernama Avatar Indonesia. Ini adalah nama tim yang berdomisili di Kelurahan Tanah Baru Beji Depok. Klub ini didirikan oleh kami pemuda yang tergerak untuk melestarikan olahraga yang kini mulai terkikis dengan tidak adanya fasilitas sarana dan prasarana yang kian menyedihkan di tempat kami tinggal. Dulu ada 3 lapangan standar nasional di desa kami, namun beberapa tahun belakangan mulai hilang secara perlahan berubah menjadi perumahan yang notabene dibangun oleh para developer. Memang tanah dan lokasi desa kami bisa dibilang sangat strategis, yaitu terletak diantara kota Jakarta dan Bogor, apalagi di desa kami akan ada rencana pembangunan jalan tol CIJAGO yang bisa memudahkan akses jalan bagi seluruh warga melakukan aktifitas perjalanan antar kota Jakarta, Depok dan Bogor.

Sebetulnya sangat bagus dengan adanya pembangunan yang secara besar-besaran, ini menandakan bahwa desa kami sedang mengarah pada desa modern yang dapat menyesuaikan dengan perkembangan di negara berkembang seperti Indonesia. Namun pembangunan harus memperhatikan sisi lain seperti fasilitas olahraga, rumah ibadah, sistem pengairan dan sekolah agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakatnya. Saya menyebut ini adalah kesalahan pihak Developer dan Pejabat Kelurahan yang tidak bisa me-manage pembangunan di desa kami dengan baik. Dengan tidak adanya fasilitas olahraga yang disediakan di desa secara baik untuk masyarakat, kami mengutuk keras para pejabat dan pihak yang berkaitan dengan pembangunan yang tidak bertanggung jawab ini!!!!



Sangat banyak efek negatif yang terjadi akibat tidak adanya fasilitas olahraga yang mumpuni di desa kami tercinta ini. Anak muda yang notabene adalah penerus generasi bangsa banyak yang salah pergaulan, karena tidak tersalurkannya minat atau bakat mereka dibidang olahraga. Nongkrong dipinggir jalan dengan menyekek botol minuman keras dan balapan liar adalah beberapa contoh dari efek negatif tidak adanya fasilitas olahraga di desa kami. Dan seolah-olah “mereka” tutup mata dengan semua ini.

Berangkat dari latar belakang itulah kami mendirikan klub yang bernama Avatar Indonesia untuk melakukan pergerakan positif membangun desa tercinta melalui olahraga futsal dan sepakbola. Kami semua adalah pemuda yang cinta akan olahraga futsal dan sepakbola, bukan hanya cinta namun kami juga mendalami bidang olahraga tersebut. Lebih tepatnya kami merupakan pemain sepakbola dari latar belakang klub SSB berbeda seperti Jayakarta, SSB Kukusan, Cipta Jaya, Maesa, Garuda Sakti, GOR Ragunan dll. Prestasi personal kami bisa dibilang cukup baik di klub masing-masing, namun setelah beranjak dewasa kami memutuskan untuk fokus kerja dan tidak melanjutkan ke karir profesional.

Avatar Indonesia berdiri pada tahun 2007 dibentuk atas dasar latar belakang dan impian yang sama oleh pemuda di Kelurahan Tanah Baru. Kami melakukan atau mengadakan pelatihan berjenjang dimulai dari U-12, U-15, U-18 dan U-21. Peserta atau anak didiknya lebih banyak di dominasi oleh warga sekitar yang sesuai dengan niat kami di awal pembentukan klub ini. Namun kita sangat terbuka untuk umum jika mau bergabung dengan kami dalam latihan bersama. Saat ini kami lebih condong ke futsal dibanding sepakbola, karena kini hanya ada lapangan futsal untuk menunjang latihan kita. Itu pun awalnya adalah lapangan Volly Ball milik KTU 12 yang kami sulap menjadi lapanga futsal standar nasional.


Selasa, 01 Oktober 2013

Saya dan Pertamina Energi

IFL (Indonesian Futsal League) tahun 2013 sudah berjalan selama 3 seri. Sekarang akan berlangsung seri 4 di Surabaya 1-5 Oktober. Saya baru tiba di kota pahlawan malam ini dan menginap di hotel singgasana yang bisa dibilang sangat mewah. Wajar disini kami bermain atas nama Pertamina Energi yang notabennya adalah tim futsal yang membawa nama Perusahaan BUMN. Bisa dibilang tim besar dan diperkuat oleh pemain-pemain hebat, tapi kini kami masih tercecer diperingkat 6. Padahal target dari tim manajemen adalah peringkat 4 atau lolos ke babak final 4.

Persiapan dan pembentukan tim yang terbilang instan karena hanya terbentuk 3 hari sebelum seri 1 di mulai. Tim yang di arsiteki oleh Abu Bakar sampai saat ini hanya meraup 7 poin dari 8 laga. Bisa dibilang cukup mengecewakan namun apa daya persiapan yang mepet menjadi salah satu alasan kami tercecer di posisi 6. Nama-nama besar macam Beny Hera, Gerry Ferdinandus dan Bayu Aditya belum mampu mendongkrak posisi Pertamina ke posisi 4 besar sampai saat ini.

Semoga di seri 4 ini kami bisa sapu bersih di 4 laga sisa agar bisa lolos ke babak final  4. Amiin ya Robbal A'lamin

Senin, 06 Mei 2013

Bernostalgia di Kantor Kecamatan

awal cerita bermulai ketika senin pagi saya membuka rekening baru di bank *** dan membuat npwp dikantor pajak kota depok untuk keperluan kerja, pastinya untuk gaji. klo sudah mempunyai penghasilan harus punya npwp biar kaya orang-orang lain hahaha becandaaaaa. tentunya untuk mempunyai nomor pokok wajib pajak yang wajib dimiliki setiap pekerja ataupun pengusaha. setelah selesai saya lanjutkan untuk membayar pbb dikantor kecamatan, mumpung dapat ijin dari kantor untuk datang siang maka saya manfaatkan untuk membayar pbb.
ketika memasuki pintu dan ingin mengantri ada seorang pria yang sedang membayar dan pas dilihat lebih teliti lagi saya seperti kenal raut muka orang ini, dia pun demikian. dan saling berkata serta saling menunjuk kedua arah "siapa y? kaya pernah kenal. muka lo gak asing deh."
teman: "anak satas y?"
saya: "iyaa bener, lo yayat kan? anak cipedak kelas 33? ini gw achoy"
teman: "ooh iyaa bener tp skrg gw pindah dikukusan gak dicipedak lagi, sama bini gw"
 
wahh udah nikah aj ni orang padahal seumuran loh. setelah panjang lebar kami berbicara dan saling bertukar nomer handphone akhirnya kami berpisah, yayat pulang dan saya menuju ke kantor.
 
dalam pembicaraan tadi yang menjadi inti pokok pembahasan adalah bang iwan fals, karena kami sama-sama mengidolai beliau dari kecil. ingat waktu dulu kami sering bermain gitar bersama dikelas membawakan lagu-lagu lawas dari iwan fals. wahh jaman itu bener-bener indah banget, jaman susah, jaman kere, jaman gembel namun kami semua menjalaninya dengan sukacita karena sadar akan kondisi masing-masing. perjalanan pergi dan pulang sekolah bener-bener menjadi rintangan. dari 4 angkot yang harus saya naiki pulang pergi saya hanya menaikinya 1 saja. ketika pergi naik angkot d105 sampai pertigaan m20 dan kemudian dilanjut jalan kaki sampai sekolah. itu mending klo pulang malah jalan kaki sampai rumah --" tapi terkadang naik sepeda, klo udah bocor rasanya sedih banget harus dorong sampai rumah dan harus nunggu besok baru ditambel.
 
yaaa begitu pedih tapi seru juga, itu membuat saya menjadi pribadi yang mandiri dan berfikir lebih dewasa. untuk yayat, terima kasih telah mengajarkan banyak hal dalam hidup saya tentang rasa syukur. walau dia lebih sulit ekonominya dari saya, dia menjalaninya dengan enjoy dan penuh rasa syukur. sampai berjumpa di PRJ tanggal 18 juni yah. kita bernyayi bersama menyaksikan sang legenda hidup Iwan Fals.